Rabu, 04 Juli 2012

PERAN BK DISEKOLAH


Pentingnya Bimbingan Konseling di Sekolah (Oleh :St Kartono)
TUJUAN pendidikan menengah acap kali dibiaskan oleh pandangan umum; demi mutu keberhasilanakademis seperti persentase lulusan, tingginya nilai Ujian Nasional, atau persentase kelanjutan ke perguruan tinggi negeri. Kenyataan ini sulit dimungkiri, karena secara sekilas tujuan kurikulum menekankan penyiapan peserta didik (sekolah menengah umum/SMU) untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau penyiapan peserta didik (sekolah menengah kejuruan/SMK) agar sanggup memasuki dunia kerja. Penyiapan peserta didik demi melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi akan melulu memperhatikan sisi materi pelajaran, agar para lulusannya dapat lolos tes masuk perguruan tinggi. Akibatnya, proses pendidikan di jenjang sekolah menengah akan kehilangan bobot dalam proses pembentukan pribadi. Betapa pembentukan pribadi, pendampingan pribadi, pengasahan nilai-nilai kehidupan (values) dan pemeliharaan kepribadian siswa (cura personalis) terabaikan. Situasi demikian diperparah oleh kerancuan peran di setiap sekolah. Peran konselor dengan lembaga bimbingan konseling (BK) direduksi sekadar sebagai polisi sekolah. Bimbingan konseling yang sebenarnya paling potensial menggarap pemeliharaan pribadi-pribadi, ditempatkan dalam konteks tindakan-tindakan yang menyangkut disipliner siswa. Memanggil, memarahi, menghukum adalah proses klasik yang menjadi label BK di banyak sekolah. Dengan kata lain, BK diposisikan sebagai “musuh” bagi siswa bermasalah atau nakal. Penulis merujuk pada rumusan Winkel untuk menunjukkan hakikat bimbingan konseling di sekolah yang dapat mendampingi siswa dalam beberapa hal. Pertama, dalam perkembangan belajar di sekolah (perkembangan akademis). Kedua, mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka, sekarang maupun kelak. Ketiga, menentukan cita-cita dan tujuan dalam hidupnya, serta menyusun rencana yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Keempat, mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajar di sekolah dan terlalu mempersukar hubungan dengan orang lain, atau yang mengaburkan cita-cita hidup. Empat peran di atas dapat efektif, jika BK didukung oleh mekanisme struktural di suatu sekolah.

Proses cura personalis di sekolah dapat dimulai dengan menegaskan pemilahan peran yang saling berkomplemen. Bimbingan konseling dengan para konselornya disandingkan dengan bagian kesiswaan. Wakil kepala sekolah bagian kesiswaan dihadirkan untuk mengambil peran disipliner dan hal-hal yang berkait dengan ketertiban serta penegakan tata tertib. Siswa mbolosan, berkelahi, pakaian tidak tertib, bukan lagi konselor yang menegur dan memberi sanksi. Reward dan punishment, pujian dan hukuman adalah dua hal yang mesti ada bersama-sama. Pemilahan peran demikian memungkinkan BK optimal dalam banyak hal yang bersifat reward atau peneguhan. Jika tidak demikian, BK lebih mudah terjebak dalam tindakan hukum-menghukum.
Mendesak untuk diwujudkan, prinsip keseimbangan dalam pendampingan orang-orang muda yang masih dalam tahap pencarian diri. Orang-orang muda di sekolah menengah lazimnya dihadapkan pada celaan, cacian, cercaan, dan segala sumpah-serapah kemarahan jika membuat kekeliruan. Namun, jika melakukan hal-hal yang positif atau kebaikan, kering pujian, sanjungan atau peneguhan. Betapa ketimpangan ini membentuk pribadi-pribadi yang memiliki gambaran diri negatif belaka. Jika seluruh komponen kependidikan di sekolah bertindak sebagai yang menghakimi dan memberikan vonis serta hukuman, maka semakin lengkaplah pembentukan pribadi-pribadi yang tidak seimbang.

BK dapat diposisikan secara tegas untuk mewujudkan prinsip keseimbangan. Lembaga ini menjadi tempat yang aman bagi setiap siswa untuk datang membuka diri tanpa waswas akan privacy-nya. Di sana menjadi tempat setiap persoalan diadukan, setiap problem dibantu untuk diuraikan, sekaligus setiap kebanggaan diri diteguhkan. Bahkan orangtua siswa dapat mengambil manfaat dari pelayanan bimbingan di sekolah, sejauh mereka dapat ditolong untuk lebih mengerti akan anak mereka.

Tantangan pertama untuk memulai suatu proses pendampingan pribadi yang ideal justru datang dari faktor-faktor instrinsik sekolah sendiri. Kepala sekolah kurang tahu apa yang harus mereka perbuat dengan konselor atau guru-guru BK. Ada kekhawatiran bahwa konselor akan memakan “gaji buta”. Akibatnya, konselor mesti disampiri tugas-tugas mengajar keterampilan, sejarah, jaga kantin, mengurus perpustakaan, atau jika tidak demikian hitungan honor atau penggajiannya terus dipersoalkan jumlahnya. Sesama staf pengajar pun mengirikannya dengan tugas-tugas konselor yang dianggapnya penganggur terselubung. Padahal, betapa pendampingan pribadi menuntut proses administratif dalam penanganannya.

BK yang baru dilirik sebelah mata dalam proses pendidikan tampak dari ruangan yang disediakan. Bisa dihitung dengan jari, berapa jumlah sekolah yang mampu (baca: mau!) menyediakan ruang konseling memadai. Tidak jarang dijumpai, ruang BK sekadar bagian dari perpustakaan (yang disekat tirai), atau layaknya ruang sempit di pojok dekat gudang dan toilet. Betapa mendesak untuk dikedepankan peran BK dengan mencoba menempatkan kembali pada posisi dan perannya yang hakiki. Menaruh harapan yang lebih besar pada BK dalam pendampingan pribadi, sekarang ini begitu mendesak, jika mengingat kurikulum dan segala orientasinya tetap saja menjunjung supremasi otak. Untuk memulai mewujudkan semua itu, butuh perubahan paradigma para kepala sekolah dan semua pihak yang terlibat dalam proses kependidikan

peran keluarga


peranan keluarga dalam pembentukan kepribadian anak. 
http://id.shvoong.com/images/spacer.gif?s=summarizer&d=1334905312315&id=273206cf-974b-4c4a-9b0e-9e13b6659030
pengertian keluarga adalah nuclear family yaitu yang terdiri dari ayah, ibu,dan anak. ayah dan ibu secara ideal tidak terpisah akan tetapi bahu membahu melaksanakan tugas dan tanggungjawab nya sebagai orang tua dan sebagai pendidik didalam keluarganya. tiap eksponen mempunyai fungsi tertentu, dalam mencapai tujuan keluarga tergantung dari kesediaan individu menolong mencapai tujuan bersama dan bila tecapai maka semua anggota mengenyam "apakah peranan masing-masing"

a. peranan ayah :
- sumber kekuasaan, dasar identifikasi.
- penghubung dengan dunia luar.
- pelindung terhadap ancaman dari luar.
- pendidik segi rasional.

b. peranan ibu :
- pemberi rasa aman, sumber kasih sayang.
- tempat curahan hati.
- pengatur kehidupan rumah tangga
- pembimbing kehidupan rumah tangga. pendidik segi emosional.
- penyimpan tradisi.

c. peranan anak laki-laki dan wanita.
sebagaimana uraian diatas bahwa keluarga merupakan wadah pembentukan dari masing-masing anggotanya,
khususnya anak-anak yang masih dalam bimbingan dan tanggungjawab orang tuanya. dasar pemikiran dan pertimbangannya adalah sebagai berikut :
- keluarga adalah tempat diawalinya tumbuh kembang seorang anak sampai dia sudah masuk akil baliq. bagi
seorang anak, keluarga mempunyai arti dan fungsi yang vital bagi kelangsungan hidup dan dalam menemukan
makna dan tujuan hidupnya.
- untuk melalui tahap-tahap tumbuh kembangnya seorang anak membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan
rasa aman dari orang tuanya. tanpa ketiga point itu, seorang anak akan merasa terancam dan penuh
ketakutan.
- keluarga merupakan dunia keakraban seorang anak, sebab didalamnya lah pertama kalinya dia menjalin
hubungan dengan manusia. pengalaman hubungan dengan keluarga semakin diperkuat dalam proses tum
buh kembangnya sehingga melalui pengalaman makin mengakrabkan anak dengan lingkungan keluarga.
keluarga menjadi bagian kehidupannya sendiri, anak akan menemukan arti dan fungsinya.
- dalam keluarga seorang anak akan dipertalikan dengan hubungan batin antara satu dengan lainnya, terutama
dengan ibu. sehingga arti seorang ibu tidak bisa dengan tiba-tiba digantikan dengan orang lain.
- keluarga dibutuhkan seorang anak untuk mendorong, menggali, mempelajari, dan menghayati nilai-nilai ke
manusiaan, religiusitas, norma-norma, dan sebagainya.
- pengenalan dalam keluarga memungkinkan seorang anak untuk mengenal dunia sekelilingnya jauh lebih
baik. hubungan diluar keluarga dimungkinkan efektifitasnya karena pengalamannya dalam keluarga.
- keluarga merupakan tempat pemupukan dan pendidikan untuk hidup bermasyarakat dan bernegara agar
mampu berdedikasi dalam tugas, kewajiban, dan tanggungjawabnya.
- keluarga menjadi fungsi terpercaya untuk bisa saling berbagi dalam suka dan duka, mendiskusikan masalah,
mematangkan segi emosional, mendapatkan dukungan spiritual, dsbnya
- dalam keluarga dapat terealisasi makna kebersamaan, solidaritas, cinta kasih, pengertian, rasa hormat meng
hormati, dan rasa memiliki.
- keluarga menjadi pengayoman dalam beristirahat, berekreasi, menyalurkan kreativitas, dan sebagainya. peng
alaman interaksi sosial dalam keluarga akan menentukan pola tingkah lakunya terhadap orang lain dalam per
gaulan diluar keluarganya. karena keluarga mempunyai peranan yang demikian pentingnya dalam proses
sosialisasi, maka disebutkan bahwa kondisi yang menyebabkan peran keluarga dalam proses sosialisasi
anak adalah sebagai berikut :
1. keluarga merupakan kelompok terkecil yang anggotanya berinteraksi face to face secara konstan, dalam
dalam kelompok demikian tumbuh kembang anak dapat diikuti oleh orang tuanya dan penyesuaian secara
pribadi dalam hubungan sosial lebih mudah terjadi.
2. orang tua mempunyai motivasi yang kuat dalam mendidik anak karena anak merupakan cinta kasih hubung
an suami istri dan akan melahirkan hubungan emosional antara orang tua dan anak.
3. karena hubungan sosial dalam keluarga itu bersifat relatif tetap maka orang tua memiliki peranan yang
sangat penting terhadap proses sosialisasi anak.

rencana yindak lanjut






   RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR
(KMD)
Tegal,4 Febuari 2012




Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Setelah Mengikuti
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD)
                                     
                           Oleh :

                                 Nama Pembina :
1.      Ahmad Nurtoni
2.      Ari Febriansyah
3.      Pri Abadi
4.      Rizkiana Putri
5.      Setia Ningsih
6.      Susi Hernawati
7.      Elok Faikoh

Pangkalan :  Racana Satya Bhakti A Prabu - Tan Sata Ebha
Universitas Pancasakti Tegal



LEMBAGA PENDIDIKAN KADER GERAKAN PRAMUKA CABANG
PULANGGENI
KWARTIR CABANG KOTA TEGAL
 TAHUN 2012


PENGESAHAN

RENCANA TINDAK LANJUT (RTL)
KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR
( KMD )
Tegal,4 febuari 2012

          Nama Pembina  :
1.       Ahmad Nurtoni
2.      Ari Febriansyah
3.      Pri Abadi
4.      Rizkiana Puri
5.      Setia Ningsih
6.      Susi Hernawati
7.      Elok Faikoh

Pangkalan : Racana Satya Bhakti A Prabu - Tan Sata Ebha
 Universitas Pancasakti Tegal

Diperiksa dan disahkan oleh,


Ketua Lemdikacab Pulanggeni                                    Kepala Sekolah selaku Kamabigus,
Kwartir Cabang Kota Tegal                                                  Pangkalan Gudep


Suyanto, S.Pd                                                                Sukijo, M.Pd

GERAKAN PRAMUKA GUDEP 01.042/041


 
KEGIATAN PRAMUKA PENERJUNAN PESERTA KURSUS MAIR DASAR (MD)
DAN WIDE GAME
GUDEP 01.042/041
SDN PANGGUNG 7 -  KOTA TEGAL
Tahun 2012


I.       PENDAHULUAN                                                                                                                        
1.   Gerakan pramuka adalah suatu organisasi yang bertujuan untuk membentuk organisasi generasi muda menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, sehat jasmani dan rohani sehingga mampu membangun diri sendiri, masyarakat, bangsa dan Negara.
2.   Agar menjadi pramuka penggalang secara berkelanjutan sesuai dengan tujuan gerakan pramuka.
3.   Melihat perkembangan pramuka siaga di GUDEP SDN PANGGUNG 7  KOTA TEGAL sangat  berguna untuk menambah wawasan bagi para pramuka siaga khususnya di. SDN PANGGUNG 7  KOTA TEGAL
4.   Dengan pelantikan wide game pramuka ini diharapkan dapat menambah bekal bagi para pramuka siaga khususnya pramuka siaga di Gudepnya sendiri.

II.     DASAR PENYELENGGARAAN
1.      AD/ART gerakan pramuka
2.      Kepres RI No. 238 Th. 1961 dan Kepres RI No. 057 Th. 1988 tentang Anggaran Dasar Kepramukaan
3.      Kepres KWARNAS gerakan pramuka No. 103 Th. 1989 tentang Anggaran Assalafiyahmah Tangga Gerakan Pramuka

III.    TUJUAN DAN SASARAN
A.    TUJUAN
1.      Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan sesama anggota pramuka agar terjalin persahabatan yang baik diantaranya.
2.      Menambah wawasan dan pengetahuan bagi para pramuka siaga khususnya di GUDEP.01.041/042, SDN PANGGUNG 7 KOTA TEGAL
3.      Melahirkan generasi muda yang trampil, kreatif, ramah dan mandiri.
4.      Meningkatkan kemampuan bagi para pramuka penggalang terhadap masyarakat, bangsa dan negara.
       


B. SASARAN
1.  Memahami dan mengenal secara luas perkembangan di Indonesia agar bisa menerapkan di gudepnya, khususnya bagi para pramuka siaga
2.   Mampu mengembangkan potensi ketrampilan yang ada pada diri siaga untuk disalurkan pada pramuka siaga lain, Khususnya di gudep  SDN PANGGUNG 7 KOTA  TEGAL sesuai dengan PDMK

IV.    NAMA KEGIATAN
Penerjunan Kegiatan kepramukaan tingkat penggalang sebagai tindak lanjut KMD dan Wide Game di SDN PANGGUNG 7  KOTA TEGAL

V.     TEMA
“Dengan Penerjunan dan Wide Game Kegiatan kepramukaan tingkat siaga mari kita tingkatkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesama anggota pramuka serta meningkatkan motivasi dalam kegiatan pramuka, khususnya gudepSDN PANGGUNG 7 KOTA TEGAL

VI.    PELAKSANAAN
1.      Waktu Pelaksanaan Penerjunan dimulai pada Hari jumat ,Waktu Pelaksanaan Uji SKU dan Wide Game
Hari                          : Sabtu
      Tanggal                    : 4 febuari 2012
      Waktu                      : 08.00 WIB – Sampai Selesai
2.      Tempat pelaksanaan : SDN PANGGUNG 7 KOTA TEGAL

VII. PESERTA
Peserta dari pramuka siaga  di SDN PANGGUNG 7  KOTA TEGAL

VIII. KEPANITIAAN
Kepanitiaan diambil dari dewan gugus dan siaga inti SDN PANGGUNG 7 KOTA TEGAL

IX.    ANGGARAN
1.      Sumber Dana
      Gotong Royong Dewan Penerjunan KMD Dari UPS Tegal
2.      Rencana Pengeluaran
      Angaran Pemasukan dan Pengeluaran terlampir




X.     PENUTUP
Demikian proposal kegiatan Penerjunan  pramuka penggalang SDN Panggung 7 Kota Tegal dan Wide Game ini kami sampaikan dengan harapan dapat diterima. Semoga segala usaha kita dalam membina generasi muda melalui wadah pendidikan  kepramukaan agar mendapat ridlo Tuhan YME.